Showing posts with label Cucak Ijo. Show all posts
Showing posts with label Cucak Ijo. Show all posts

Mengenali ciri-ciri Cucak ijo (CI) siap lomba

Cucak ijo (CI) adalah burung semi fighter yang sering dilombakan dalam event-event lomba burung kicau dan termasuk dalam kelas bergengsi.

Cucak ijo (CI) memiliki banyak penggemar, baik para pemain lapangan atau yang hanya untuk klangenan dirumah saja. Keistimewaan Cucak ijo (CI) terletak pada suara kicauannya yang merdu dengan banyak variasi, karena Cucak ijo (CI) termasuk burung yang sangat cerdas dalam menirukan suara burung lain dan suara-suara lain yang sering didengarnya.

Selain cerdas dan memiliki suara kicauan yang bagus, Cucak ijo (CI) juga memiliki keistimewaan lainnya, yaitu pada gaya tarung ngentrok njambulnya (trokbul) yang eksotis.

Tapi seringkali kita dihadapkan pada beberapa masalah yang timbul ketika melombakan Cucak ijo (CI), antara lain:

• Seringkali ketika digantang, karakter fighternya tidak muncul padahal settingannya sudah tinggi.

• Cucak ijo (CI) tidak mau kerja dilapangan dan hanya loncat-loncat saja, bahkan kadang hanya sibuk didis, padahal ketika dirumah sangat gacor dan bongkar isian.

• Mental fighternya nyaris tidak ada dan sama sekali tidak memberikan respon apapun pada lawan-lawannya.

• Burung mau kerja tapi tidak ngentrok njambul (trokbul).

• Burung mau kerja tapi tidak maksimal, kadang hanya gacor di awal tapi ditengah lomba lebih banyak ngetemnya.

• Berperilaku nakal seperti ngeruji dan ngelantai.

Cucak ijo (CI) dengan penampilan seperti itu tentunya sulit untuk bisa mendapatkan bendera nominasi dalam kontes burung kicau, kecuali jika peserta lainnya memiliki penampilan yang lebih jelek.

Cucak ijo (CI) memang bukan burung bertipe fighter murni seperti Kacer atau Murai Batu (MB), karena itu untuk dapat memunculkan karakter fighternya agar maksimal, diperlukan perawatan khusus untuk mendongkrak emosinya.

Karena itu, sebelum membawa Cucak ijo (CI) kelapangan sebaiknya pastikan dulu apakah Cucak ijo (CI) tersebut sudah benar-benar siap tempur atau belum, apakan sudah dalam kondisi top perform atau belum, semua harus dipersiapkan secara matang agar Cucak ijo (CI) dapat tampil maksimal dilapangan.

Cucak ijo (CI) yang dalam kondisi puncak atau sudah benar-benar siap tempur, dapat dilihat dari perilakunya, antara lain:

Sangat gacor

Cucak ijo (CI) yang dalam kondisi puncak, tentunya akan sangat gacor dan akan langsung njabrik serta bongkar materi saat kerodongnya dibuka.

Ada beberapa helai bulu halus yang rontok

Ketika Cucak ijo (CI) dalam kondisi siap tempur, terkadang ada beberapa helai bulu halus yang lepas, tapi hal itu bukan disebabkan karena burung sedang nyulam atau mau mabung/ngurak.

Ketika Cucak ijo (CI) sudah menunjukkan tanda-tanda demikian, berarti Cucak ijo (CI) tersebut sudah siap untuk dilombakan. Mulai naikkan settingan Ekstra foding (EF) untuk mendongkrak birahi, emosi, dan powernya.

Sangat agresif

Cucak ijo (CI) yang dalam kondisi top perform biasanya ketika sampai dilapangan akan langsung ngentrok njambul (trokbul) dan bongkar materi-materi tembakan begitu kerodongnya dibuka.

Baca juga:

Penyebab dan solusi Cucak ijo (CI) yang hanya gacor dirumah tapi bisu digantangan

Penyebab Cucak ijo (CI) didis ketika dilombakan dan cara mengantisipasinya

Penyebab Cucak Ijo (CI) lambat panas dan cara mengatasinya

Demikian sedikit informasi tentang mengenali ciri-ciri Cucak ijo (CI) siap lomba. Untuk informasi lain seputar Cucak ijo (CI), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak ijo (CI) trokbul

Cara mempercepat proses mabung/ngurak Cucak Ijo (CI)

Proses mabung/ngurak pada Cucak ijo (CI) terjadi hampir setiap tahun, pada proses mabung/ngurak tersebut Cucak ijo (CI) akan mengalami proses rontok bulu, baik itu bulu-bulu halus (nyulam) sampai rontok total/mabung total.

Cucak ijo (CI) yang mengalami mabung total atau hanya nyulam bulu, sebaiknya diberikan perawatan khusus agar bulu-bulunya cepat ambrol dan dapat tumbuh lebih cepat.

Cucak ijo (CI) yang sedang mengalami mabung/ngurak sebaiknya jangan dilombakan dulu karena pada masa mabung/ngurak, Cucak ijo (CI) cenderung tidak aktif dan lebih banyak diam.

Waktu mabung/ngurak pada Cucak ijo (CI) tergantung dari perawatan yang kita berikan pada saat proses mabung/ngurak tersebut berlangsung. Ada yang proses mabungnya berlangsung normal dan ada juga yang tidak normal, dimana Cucak ijo (CI) terus mengalami rontok bulu halus berkepanjangan.

Proses mabung/ngurak pada Cucak ijo (CI), normalnya berlangsung selama dua bulan, yaitu untuk proses perontokan bulu biasanya berlangsung selama satu bulan, dan untuk proses tumbuh bulu baru memerlukan waktu selama satu bulan.

Setelah dua bulan biasanya bulu-bulu Cucak ijo (CI) sudah tumbuh semua, tapi perlu waktu satu bulan lagi untuk menyempurnakan bulu-bulunya serta untuk masa rekondisi pasca mabung/ngurak untuk memulihkan kondisi fisiknya.

Berarti Cucak ijo (CI) memerlukan waktu total minimal tiga bulan dari mulai awal rontok bulu sampai semua bulu-bulunya tumbuh sempurna dan performanya kembali seperti semula seperti saat sebelum mabung/ngurak.

Cucak ijo (CI) yang akan memasuki masa mabung/ngurak biasanya ditandai dengan warna bulu yang sudah kusam dan tidak rapi (nyerit). Jika kondisi bulu-bulu Cucak ijo (CI) sudah demikian, sebaiknya segera lakukan perawatan khusus agar Cucak ijo (CI) bisa lebih cepat merontokkan bulu-bulunya.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mempercepat proses mabung/ngurak pada Cucak ijo (CI):

Full kerodong

Pengerodongan bertujuan agar Cucak ijo (CI) lebih tenang dan lebih banyak beristirahat serta dapat lebih fokus untuk menyelesaikan proses mabungnya.

Isolasi

Cucak ijo (CI) yang sedang dalam masa mabung/ngurak, sebaiknya di isolasi dan dijauhkan dari burung-burung lain yang gacor. Karena jika Cucak ijo (CI) masih mendengar suara burung-burung lain, apalagi burung sejenis, maka Cucak ijo (CI) tersebut akan terpancing untuk terus berkicau dan bisa mengakibatkan Cucak ijo (CI) yang sedang mabung/ngurak tersebut menjadi down dan bisa berakibat macet bunyi.

Karena Cucak ijo (CI) yang sedang dalam masa mabung/ngurak, kondisi fisik dan mentalnya sedang tidak fit dan jika dipaksakan untuk bekicau melawan kicauan burung lain yang dalam kondisi prima, maka akibatnya bisa fatal.

Selain itu, jika Cucak ijo (CI) masih aktif beraktifitas dan terus menerus berkicau, maka energi yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan proses mabungnya akan habis digunakan untuk beraktifitas dan berkicau. Akibatnya proses mabungnya bisa terganggu dan bahkan bisa berakibat gagal mabung/ngurak.

Ekstra fooding (EF)

Pada proses perontokkan bulu, berikan menu Ekstra fooding (EF) berupa ulat hongkong (UH) atau ulat kandang (UK). Sediakan saja full didalam cepuk agar Cucak ijo (CI) bisa makan semaunya. Untuk mempercepat rontoknya bulu-bulu lama Cucak ijo (CI), bisa juga diberikan tambahan Ekstra fooding (EF) berupa larva tawon.

Ketiga jenis Ekstra fooding (EF) tersebut bersifat panas, sehingga dapat memicu rontoknya bulu-bulu lama dari Cucak ijo (CI) ketika dalam masa mabung/ngurak.

Setelah mulai tumbuh tunas-tunas bulu baru, mulai ganti menu Ekstra fooding (EF) dengan pemberian jangkrik sekenyangnya, dan sebelum diberikan pada Cucak ijo (CI), sebaiknya permukaan jangkrik di olesi dengan minyak ikan terlebih dulu.

Tujuan dari pemberian jangkrik dengan porsi sepuasnya dan juga tambahan minyak ikan tersebut adalah untuk mempercepat proses pertumbuhan bulu-bulu baru, dan agar bulu-bulu baru bisa tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih mengkilap.

Kandang

Pada masa rontok bulu, sebaiknya Cucak ijo (CI) lebih banyak dikerodong (full kerodong). Cukup buka kerodong pada pagi hari saja untuk memberikan pakan utama berupa buah-buahan dan juga Ekstra fooding (EF) serta mengganti air minumnya.

Kandang cukup dibersihkan seminggu sekali saja, karena kotoran yang menumpuk didasar kandang dalam kondisi full kerodong akan membuat udara didalam kandang menjadi lebih lembab dan dapat membantu mempercepat proses rontok bulu dan mulai dibersihkan setiap hari ketika sudah mulai tumbuh bulu.

Mandi

Untuk Cucak ijo (CI) yang sedang mabung/ngurak, sebaiknya cukup dimandikan seminggu sekali saja. Mandikan Cucak ijo (CI) pada saat kita membersihkan kandangnya.

Jemur

Cucak ijo (CI) yang sedang dalam proses rontok bulu sebaiknya tidak perlu dijemur, karena jika kita menjemur Cucak ijo (CI) yang sedang mabung/ngurak dapat mengakibatkan pori-porinya tertutup lagi dan dapat menyebabkan bulu-bulu lamanya sulit untuk lepas.

Selain itu, panas Matahari yang terlalu terik juga dapat mengakibatkan bulu-bulu barunya menjadi keriting. Karena itu sebaiknya ketika bulu-bulu barunya sudah mulai tumbuh, penjemuran cukup dilakukan 15-20 menit saja setiap hari mulai jam 07.00 pagi.

Setelah 1 bulan pasca mabung/ngurak, dan bulu-bulunya sudah kering dan kuat, durasi penjemuran bisa mulai ditingkatkan secara bertahap dan intensitas mandi juga bisa mulai dilakukan setiap hari.

Baca juga:

Penyebab dan solusi Cucak ijo (CI) yang hanya gacor dirumah tapi bisu digantangan

Penyebab Cucak ijo (CI) didis ketika dilombakan dan cara mengantisipasinya

Ciri-ciri fisik Cucak Ijo (CI) asli Banyuwangi

Ciri-ciri perbedaan Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan yang akurat

Demikian sedikit informasi tentang cara mempercepat proses mabung/ngurak Cucak ijo (CI). Untuk informasi lain seputar Cucak ijo (CI), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak ijo (CI) nyulam bulu

Penyebab dan solusi Cucak ijo (CI) yang hanya gacor dirumah tapi bisu digantangan

Ketika kita memiliki Cucak ijo (CI) yang gacor, pasti akan timbul keinginan untuk menggantang Cucak ijo (CI) kesayangan kita tersebut di arena lomba/latber.

Tapi sering kali harapan kita untuk menang menjadi kandas, karena jangankan bisa juara, bahkan Cucak ijo (CI) yang tadinya sangat gacor ketika dirumah menjadi diam membisu ketika digantangan.

Kadang kita terlalu yakin dan percaya diri untuk langsung melombakannya, karena pada saat dirumah Cucak ijo (CI) tersebut sangat gacor dengan materi isian yang melimpah. Tapi seringkali kita kecewa karena ketika digantang, Cucak ijo (CI) yang super gacor tersebut hanya diam saja.

Hal itu dikarenakan mental dari Cucak ijo (CI) tersebut belum terlatih karena belum terbiasa dengan suasana lomba burung kicau yang begitu ramai dengan banyak orang dan banyak burung-burung lain.

Jadi, sebaiknya sebelum kita melombakan Cucak ijo (CI), lebih baik dilatih dulu dirumah dengan ditrek dengan beberapa Cucak ijo (CI) lainnya untuk mengukur sampai dimana performa Cucak ijo (CI) kita tersebut.

Setelah kita tau seperti apa performanya dan kita rasa Cucak ijo (CI) tersebut memiliki mental dan kualitas yang bagus untuk dilombakan, maka kita bisa mulai mencobanya untuk mengikuti latber terlebih dulu untuk membiasakannya dengan suasana lomba agar mentalnya semakin terasah.

Selain karena mental Cucak ijo (CI) yang belum terlatih, ada beberapa faktor lain yang mungkin menyebabkan Cucak ijo (CI) hanya gacor dirumah saja, antara lain:

Terbiasa hanya digantang di satu tempat saja

Ketika dirumah, Cucak ijo (CI) terbiasa hanya digantang di satu tempat saja setiap harinya, sehingga ketika berpindah tempat gantangan, Cucak ijo (CI) tersebut merasa tidak nyaman dan enggan untuk berkicau.

Solusinya:

Biasakan ketika dirumah, tempat menggantangnya selalu berpindah-pindah untuk membiasakan Cucak ijo (CI) agar cepat beradaptasi ditempat baru dan berani berkicau dimanapun digantangkan.

Mental rumahan/non fighter

Karakter Cucak ijo (CI) yang non fighter/jago kandang memang sulit untuk bisa tampil dilapangan, walaupun saat dirumah sangat gacor tapi ketika bertemu banyak lawan digantangan, Cucak ijo (CI) tersebut akan ketakutan dan tidak berani bersuara.

Solusinya:

Untuk masalah tersebut memang sulit untuk diperbaiki, sebaiknya cari gacoan baru yang memiliki karakter fighter agar lebih mudah memolesnya. Karena jika kita mempertahankan Cucak ijo (CI) dengan karakter non fighter tersebut untuk menjadi gacoan kita, maka hanya akan membuang waktu, tenaga, dan biaya saja karena kekecewaanlah yang nantinya akan kita dapatkan.

Kurangnya pemasteran

Cucak ijo (CI) yang tidak memiliki banyak isian akan kehabisan materi ketika dilombakan dan hanya akan diam saja, atau menjadi tidak percaya diri karena tidak memiliki materi lagu untuk mengimbangi suara-suara kicauan lawannya yang bervariasi.

Solusinya:

Lakukan pemasteran secara rutin dan konsisten dengan suara-suara burung masteran yang cocok dengan karakternya, sehingga Cucak ijo (CI) akan memiliki materi lagu yang mewah dan melimpah.

Usia Cucak ijo (CI) masih terlalu muda

Usia Cucak ijo (CI) yang masih terlalu muda mentalnya masih belum stabil, sehingga ketika bertemu lawan yang lebih mapan/dewasa mentalnya menjadi down.

Solusinya:

Sebaiknya jika usia Cucak ijo (CI) masih terlalu muda jangan dilombakan dulu karena dapat berakibat pada rusaknya mental dari Cucak ijo (CI) muda tersebut.

Berikan perawatan yang terbaik dulu, latih mentalnya dan siapkan materinya sampai usia Cucak ijo (CI) tersebut mapan dan siap untuk dilombakan.

Demam panggung

Cucak ijo (CI) yang masih demam panggung/belum terbiasa dengan suasana keramaian di arena lomba cenderung akan diam saja ketika dilombakan, karena Cucak ijo (CI) tersebut masih merasa asing dan belum terbiasa berada ditengah keramaian dan banyak burung lain disekitarnya.

Solusinya:

Sering dibawa ke arena lomba/latber untuk membiasakannya dengan keramaian, walaupun tidak digantang setidaknya bisa melatih mentalnya agar berani berkicau di tempat ramai.

Takut dengan sesuatu

Cucak ijo (CI) yang takut pada sesuatu, seperti warna-warna tertentu atau benda-benda tertentu yang membuatnya tertekan, cenderung akan gelisah dan tidak mau berkicau ketika sesuatu yang ditakutinya tersebut ada disekitarnya.

Solusinya:

Biasakan Cucak ijo (CI) untuk melihat sesuatu yang ditakutinya tersebut setiap hari, tapi cara ini harus dilakukan secara bertahap agar Cucak ijo (CI) tidak stres.

Perlihatkan sesuatu yang ditakuti Cucak ijo (CI) tersebut dari mulai jarak yang jauh dan terus didekatkan sampai Cucak ijo (CI) tidak takut lagi dan tetap berkicau walaupun sesuatu yang ditakutinya tersebut berada dekat disekitarnya.

Settingan lomba

Jika Cucak ijo (CI) belum ketemu settingan lomba yang tepat, maka kondisi birahi dan emosinya tidak berada pada tingkat yang ideal untuk bertarung. Maka yang terjadi, Cucak ijo (CI) tidak dapat mencapai performa terbaiknya dan menyebabkannya tidak bisa nampil ketika dilombakan.

Solusinya:

Settingan lomba untuk Cucak ijo (CI) lebih menitik beratkan pada pengaturan tingkat birahi dan emosinya. Kondisi birahi dari Cucak ijo (CI) lebih dominan dipengaruhi oleh faktor pemberian Ekstra fooding (EF), sedangkan emosinya lebih dipengaruhi oleh faktor penjemuran dan pengerodongan.

Untuk mendapatkan settingan yang tepat, kita harus berani melakukan trial error (otak-atik settingan), sehingga kita tau apa jenis Ekstra fooding (EF) yang cocok untuk Cucak ijo (CI) gacoan kita dan berapa banyak takaran yang harus diberikan, sehingga tidak kurang ataupun over.

Settingan emosi Cucak ijo (CI) cenderung dipengaruhi oleh birahinya. Artinya, jika Cucak ijo (CI) sedang over birahi (OB) maka akan cenderung menjadi galak, dan demikian juga sebaliknya.

Selain itu, emosi Cucak ijo (CI) juga bisa dikarenakan oleh karakter dari burung itu sendiri, baik karakter bawaan burung tersebut yang memang tipe fighter maupun karakter yang muncul karena pengaruh dari perawatan sehari-harinya.

Rata-rata Cucak ijo (CI) memiliki karakter lambat panas, hal ini bisa disiasati dengan cara full kerodong dan mengurangi intensitas mandi serta memaksimalkan durasi penjemurannya. Bisa juga di charge dengan Cucak ijo (CI) betina sebelum lomba.

Berikan menu serta jenis Ekstra fooding (EF) yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter dari Cucak ijo (CI) agar dapat tampil maksimal ketika dilombakan.

Baca juga:

Penyebab Cucak ijo (CI) didis ketika dilombakan dan cara mengantisipasinya

Penyebab Cucak Ijo (CI) lambat panas dan cara mengatasinya

Penanganan yang tepat untuk Cucak Ijo (CI) macet bunyi

Ciri-ciri perbedaan Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan yang akurat

Demikian sedikit informasi tentang penyebab dan solusi Cucak ijo (CI) yang hanya gacor dirumah tapi bisu digantangan. Untuk informasi lain seputar Cucak ijo (CI), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak ijo (CI)

Tips Membuat Burung Cucak Ijo Cepat Panas Bongkar Isian

Tips Membuat Burung Cucak Ijo Cepat Panas Bongkar Isian - Karena bukan petarung, karakter Cucak Ijo (CI) cenderung tidak stabil. Untuk membuatnya lebih stabil, ada beberapa perlakuan yang biasa diterapkan para pemain, misalnya memanfaatkan burung sejenis untuk keperluan ngecas, baik menggunakan CI betina maupun CI jantan.

Pengecasan ini adalah memancing birahi CI siap tempur, atau membangkitkan semangat tempurnya di lapangan nanti. Pengecasan dengan menggunakan cucak betina dilakukan selama 5-15 menit saja sebelum turun lomba. Caranya dengan menggantungnya atau ditaruh berdekatan. Kerodong sangkar betina dibuka sedikit saja, biar Pejantan penasaran mengintipnya.

Mengikuti latber atau latihan bersama sesama CI bisa meningkatkan mental bertandingnya. Jika dirasa belum cukup panas, bisa menggunakan CI yang kualitasnya di bawah burung jagoan kita, karena sifatnya hanya untuk memancing emosinya saja. Pengecasan dengan menggunakan pejantan lain tidak perlu lama cukup 5 menit saja. Caranya sama dengan diatas, cukup ditaruh berdekatan tetapi kerodong dibuka setengah sangkar CI Jagoan kita.

Cucak Ijo

Pahami karakter unik CI milik kita sendiri. Jadi kalau Ijo lagi nggak ‘mood’ digebrak-gebrak sangkar dia juga nggak akan main. Yang ada kita stress sendiri. Jangan suka ikut-ikutan setinggan orang walaupun burung itu sering juara, ”ungkap Om.Hendro sambil tersenyum. Ibarat petinjulah, jangan dipaksa untuk bertarung terus dan kasihlah waktu untuk istirahat, tambahnya.

Bagaimana bisa? Cucak Ijo bisa cepat ‘panas’ bongkar isian.


Perhatikan faktor emosinya saat perawatan harian di rumah, Untuk kebutuhan buah jangan diberikan pisang kepok yang setengah matang supaya tidak cepat birahi, tapi berikan pisang matang yang pastinya mempunyai kandungan madu cukup untuk meredam panas dalam burung kita.

Untuk pemilihan jangkrik berikan yang gemuk isi perutnya dan jangan yang kopong supaya asupan gizi terpenuhi dan untuk Pagi hari, berikan jangkrik 5 ekor, setelah itu dijemur hingga pukul 11.00 Habis dijemur dianginkan sebentar, kemudian dimandikan sampai puas. Tambahkan 5 jangkrik di sore harinya.

Mengatur birahi menjadi kunci utama menjaga kestabilan emosi burung kita. Untuk setting lapangan juga tidak perlu repot. Cukup ditambah setelan jangkrik 5 ekor jangkrik, total jadi 15 ekor berikut ditambah sedikit kroto. Sebelum digantang burung di obok tangan, digoda agar terpancing birahinya naik.

“karena suara lalu lintas dan bisingnya suara motor saat ke arena lomba, kadang membuat burung sudah bongkar isian dahulu sebelum turun. Capek sebelum perang. Ngempos istilahnya. Yang bagus saat kita gendong, burung harus dijaga supaya kerjanya ‘ngeriwik aja, ”ucapnya membagi rahasia.

Kasih Dobel Kerodong saat lomba dan tidak perlu kita buka kerodong cukup ngintip sebentar sebelum naik gantangan kalau burung sudah ngejambul atau ngentrok dipastikan bendera nominasi bisa diberikan itupun kalau terpantau juri yang jujur di lapangan, tambahnya sambil tertawa.

“Cucak Ijo itu burung jujur, cukup tambahkan 2 jangkrik sebelum tarung. Berikan pelatuk ulam yang memiliki karakter suara yang mirip dengan cililin yang merdu karena suara kicauannya sangat rapat supaya cucak ijonya saat ngeroll diujungnya ada tembakan cililin dan jangan ketinggalan burung Srindit sebagai masterannya.

Penyebab Cucak ijo (CI) didis ketika dilombakan dan cara mengantisipasinya

Cucak ijo (CI) yang sibuk didis sewaktu dilombakan menandakan kalau belum benar-benar siap untuk dilombakan, karena Cucak ijo (CI) yang sering didis/nyisir bulu pasti tidak akan bisa kerja maksimal saat digantangkan dan cenderung lebih banyak diam sambil sibuk merapikan bulu-bulunya.

Semua jenis burung pasti suka melakukan didis/nyisir bulu untuk merapikan bulu-bulunya, karena itu adalah naluri alami dari seekor burung untuk menjaga penampilannya.

Maka dari itu, sebelum kita membawa Cucak ijo (CI) kelapangan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengamati terlebih dulu kapan biasanya Cucak ijo (CI) tersebut didis, apakah hanya pada saat baru buka kerodong, setelah dimandikan, atau hanya ketika digantangan saja.

Jadi, kita harus mengetahui kebiasaan Cucak ijo (CI) tersebut biasa melakukan didis. Jika kita sudah mengetahui kebiasaannya tersebut, maka akan lebih mudah untuk mengatasinya. Misalnya:

• Jika Cucak ijo (CI) selalu didis ketika baru buka kerodong, maka saat sampai dilokasi lomba, kerodongnya dibuka dulu sampai Cucak ijo (CI) tersebut tidak didis lagi baru digantangkan.

• Jika Cucak ijo (CI) suka didis setelah dimandikan, maka setelah mandi biarkan semua bulu-bulunya kering dulu dan biarkan Cucak ijo (CI) puas didis baru bisa digantangkan.

• Jika Cucak ijo (CI) didis digantangan karena masih adanya bulu-bulu yang baru tumbuh atau masih dalam kondisi nyulam bulu, maka sebaiknya jangan melombakannya dulu, karena kemungkinan besar Cucak ijo (CI) tersebut akan lebih banyak diam dan hanya sibuk didis/menyisir bulu-bulunya saja sambil menghilangkan ketombe dari bulu-bulu yang baru tumbuh.

• Jika Cucak ijo (CI) sering didis karena terkena serangan kutu, maka harus di atasi dulu dengan membasmi kutu-kutu yang bersarang pada bulu-bulunya. Caranya: Bisa dimandikan dengan air rebusan daun sirih merah. Tapi cara ini membutuhkan waktu lebih lama sampai semua kutu pada bulu-bulu Cucak ijo (CI) benar-benar hilang.

Cara lain yang lebih cepat dan praktis untuk membasmi kutu pada bulu-bulu Cucak ijo (CI) adalah dengan memandikannya menggunakan shampo pembasmi kutu khusus untuk burung.

• Jika Cucak ijo (CI) sering didis karena bulu-bulunya sudah tua dan terlihat kering, atau akan mengalami mabung/ngurak, maka sebaiknya jangan dilombakan dulu sampai masa mabungnya selesai, karena Cucak ijo (CI) yang akan memasuki masa mabung/ngurak cenderung tidak aktif dan lebih banyak diam  atau hanya ngriwik saja.

Baca juga: Perawatan yang tepat untuk Cucak Ijo (CI) yang mengalami mabung total

• Jika Cucak ijo (CI) didis karena terlalu sering dikerodong, maka penanganannya sebelum digantang buka kerodong terlebih dulu, dan biarkan Cucak ijo (CI) tersebut didis/nyisir bulu sepuasnya.

Karena rata-rata Cucak ijo (CI) yang sering dikerodong cenderung akan lebih sering didis/menyisir bulu-bulunya karena pada saat dikerodong, Cucak ijo (CI) tersebut lebih banyak diam dan tidak melakukan apa-apa, dan baru setelah kerodong dibuka, burung mulai aktif beraktifitas, salah satunya yaitu didis untuk merapikan bulu-bulunya.

• Jika Cucak ijo (CI) melakukan didis ketika terkena sinar Matahari, betarti Cucak ijo (CI) tersebut kurang jemur. Maka usahakan sebisa mungkin untuk memilih nomor gantangan pada posisi yang tidak akan terkena sinar Matahari ketika sesi Cucak ijo (CI) berlangsung untuk mengantisipasi Cucak ijo (CI) didis ketika lomba sedang berlangsung.

Baca juga:

Penyebab Cucak ijo (CI) lambat panas dan cara mengatasinya

Ciri-ciri fisik Cucak ijo (CI) asli Banyuwangi

Penanganan yang tepat untuk Cucak ijo (CI) macet bunyi

Perawatan khusus untuk  Cucak Ijo (CI) agar gacor dan ngentrok

Demikian sedikit informasi tentang penyebab Cucak ijo (CI) didis ketika dilombakan dan cara mengantisipasinya. Untuk informasi lain seputar Cucak ijo (CI), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak ijo (CI) kurang jemur

Tips agar trotolan Cucak Ijo (CI) cepat nopeng

Cucak ijo (CI) trotolan yang sudah tumbuh bulu totol hitam pada bagian muka atau lehernya walaupun masih beberapa helai sudah dapat dipastikan bahwa Cucak ijo (CI) trotolan tersebut berjenis kelamin jantan.

Umumnya bulu totol hitam akan mulai tumbuh ketika Cucak ijo (CI) sudah memasuki usia 5 bulan, tapi ada juga yang bisa lebih lama.

Agar trotolan Cucak ijo (CI) cepat nopeng harus diberikan perawatan yang tepat dan juga diberian pakan yang berkualitas agar terpenuhi kebutuhan nutrisi dari Cucak ijo (CI) trotolan selama masa pertumbuhannya, termasuk untuk mempercepat pertumbuhan bulu-bulunya.

Buah-buahan:

Berikan buah-buahan dengan menu bervariasi setiap harinya sebagai pakan utama Cucak ijo (CI) trotolan, seperti:
• Pisang kepok
• Pepaya
• Apel
• Sawo
• Jambu biji, dan lainnya.

Pemberian buah dengan menu bervariasi bertujuan agar Cucak ijo (CI) trotolan tersebut tidak bosan. Kandungan nutrisi dalam buah-buahan tersebut juga berbeda-beda dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Cucak ijo (CI) trotolan dalam masa pertumbuhannya.

Ekstra fooding (EF):

• Jangkrik

Jangkrik mengandung protein yang tinggi, karena itu, jangkrik menjadi menu Ekstra fooding (EF) harian untuk Cucak ijo (CI) trotolan. Untuk Cucak ijo (CI) muda/trotolan, jangkrik bisa diberikan sekenyangnya agar pertumbuhan fisik dan bulu-bulunya bisa sehat dan sempurna.

• Ulat hongkong (UH)

Efek ulat hongkong (UH) dalam jumlah sedikit bisa menghangatkan tubuh burung, tapi jika diberikan dalam jumlah banyak, maka efek yang ditimbulkan adalah meningkatkan suhu tubuh secara drastis (panas) dan bisa menyebabkan bulu-bulu burung menjadi rontok.

Dan tujuan pemberian ulat hongkong (UH) pada Cucak ijo (CI) trotolan/kuningan adalah agar bulu-bulu trotolnya cepat rontok dan cepat berganti dengan bulu-bulu dewasa, terutama bulu-bulu kuning pada bagian muka dan leher Cucak ijo (CI) trotolan agar cepat berganti dengan bulu-bulu hitam (Nopeng).

• Kroto

Fungsi kroto adalah untuk meningkatkan birahi burung sehingga burung akan lebih rajin berkicau. Kandungan proteinnya yang sangat tinggi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan protein Cucak ijo (CI) untuk mempercepat pembentukan bulu-bulu baru.

Mandi dan Jemur:

Perawatan mandi dan jemur juga harus dilakukan secara rutin dan konsisten setiap hari agar Cucak ijo (CI) sehat dan aktif serta terhindar dari serangan kutu dan agar Cucak ijo (CI) mendapat asupan vitamin D dari proses penjemuran di pagi hari.

Trotolan Cucak ijo (CI) jantan akan mulai tumbuh bulu-bulu hitam sedikit demi sedikit seiring bertambahnya usia Cucak ijo (CI) trotolan tersebut.

Bulu-bulu kuning pada muka dan leher Cucak ijo (CI) trotolan jantan akan mulai rontok sedikit demi sedikit dan berganti dengan tumbuhnya bulu-bulu hitam. Sebaiknya jangan mencabuti bulu-bulu trotol secara paksa untuk mempercepat Cucak ijo (CI) trotolan nopeng karena belum tentu setelah dicabuti nantinya tumbuhnya bulu warna hitam, melainkan warna putih.

Baca juga:

Ciri-ciri fisik Cucak Ijo (CI) asli Banyuwangi

Penanganan yang tepat untuk Cucak Ijo (CI) macet bunyi

Perawatan yang tepat untuk Cucak Ijo (CI) yang mengalami mabung total

Ciri-ciri perbedaan Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan yang akurat

Demikian sedikit informasi tentang tips agar trotolan Cucak ijo (CI) cepat nopeng. Untuk informasi lain seputar Cucak ijo (CI), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak ijo (CI) trotol

Penyebab Cucak Ijo (CI) lambat panas dan cara mengatasinya

Pada dasarnya, Cucak ijo (CI) bukan merupakan burung tipe fighter murni seperti Murai Batu (MB) atau Kacer. Cucak ijo adalah burung semi fighter yang tentunya karakter fighter tersebut akan muncul ketika kondisi birahi dan emosinya berada pada tingkat yang tepat.

Tapi seringkali ketika di lapangan, Cucak ijo (CI) tidak langsung dor ketika naik gantangan, tepatnya sebelum bendera start di berikan oleh team juri. Cucak ijo justru baru mau nampil setelah penjurian berlangsung sampai pertengahan lomba, tentu saja hal ini akan mengurangi point'nya. Bahkan kadang bisa langsung dicoret dari daftar nominasi.

Cucak ijo (CI) yang lambat panas (kurang emosi) bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

• Karena settingan yang kurang tepat.

Jika Cucak ijo (CI) lambat panas (kurang emosi) karena settingan yang kurang tepat, kita masih bisa mengevaluasi dan mencari settingan untuk Cucak ijo tersebut sampai ketemu settingan yang pas.

• Cucak ijo (CI) sedang tidak kondisi.

Sedangkan jika Cucak ijo lambat panas (kurang emosi) karena sedang tidak kondisi, sebaiknya kita berikan perawatan yang maksimal terlebih dulu dan jangan buru-buru untuk membawanya kelapangan. Berikan pakan yang berkualitas seperti buah-buahan dengan menu yang bervariasi serta perbanyak porsi pemberian Ekstra fooding (EF) untuk mempercepat pemulihan kondisi fisiknya.

• Mental Cucak ijo (CI) yang belum siap dibawa kelapangan.

Jika masalahnya adalah karena mental Cucak ijo (CI) yang belum siap untuk dibawa kelapangan, maka solusinya dengan memberikan perawatan yang tepat dan konsisten terlebih dulu sampai usia Cucak ijo tersebut mapan dan benar-benar siap dilombakan.

• Cucak ijo (CI) masih demam panggung.

Jika Cucak ijo lambat panas karena masih demam panggung, sebaiknya kita terus melatihnya secara rutin, bisa dengan ditrek di rumah dengan beberapa Cucak ijo lain atau bisa juga dibawa ke tempat Latber (latihan bersama) untuk melatih mentalnya dan menambah jam terbangnya.

• Mental dan karakter Cucak ijo (CI) yang memang mlempem (mental rumahan).

Tapi jika penyebab Cucak Ijo tidak mau nampil ketika dilombakan adalah karena karakternya yang memang non fighter, maka akan sangat sulit untuk memolesnya agar mau kerja ketika digantang.

Sebab, jika sudah menyangkut karakter memang sangat susah untuk dirubah, seperti halnya Manusia ada yang pemberani dan ada juga yang pengecut.

Jika kita memaksakan Cucak ijo (CI) dengan mental rumahan untuk dibawa kelapangan, maka jangankan bisa juara, burung mau bunyi saja sudah untung. Bahkan kadang malah gagal total dan lebih fatal lagi Cucak ijo bisa menjadi drop dan macet bunyi jika kita terus memaksakan untuk menggantangnya.

Modal utama Cucak ijo (CI) untuk bisa tampil dilapangan harus memiliki mental fighter yang mumpuni, karena lawan yang akan dihadapi dilapangan adalah burung-burung pilihan dengan kualitas terbaik yang memiliki talenta di atas rata-rata Cucak ijo pada umumnya.

Jadi, jika tujuan kita memelihara Cucak ijo (CI) adalah untuk mengikuti lomba, maka wajib harus memilih bahan yang prospek lapangan, yang benar-benar memiliki karakter petarung agar lebih mudah untuk memolesnya.

Jangan sampai salah memilih bahan Cucak ijo (CI) yang memiliki mental rumahan, karena hanya akan buang-buang waktu dan tenaga saja tapi hasilnya nihil dan mengecewakan. Jangan terkecoh dengan Cucak ijo yang gacor dan bongkar isian dirumah, karena belum tentu Cucak ijo tersebut akan tetap gacor ketika dilapangan.

Tips dan trik untuk membuat Cucak ijo (CI) cepat panas:

• Settingan Ekstra fooding (EF) menjelang lomba

Ketika hari H lomba, Cucak ijo (CI) jangan diberikan jangkrik, tapi cukup diberikan kroto atau ulat hongkong (UH) saja sesuaikan dengan karakternya, apakah cocok diberikan kroto atau ulat hongkong (UH).

Caranya dengan mengamati perilaku keseharian Cucak ijo (CI) tersebut, apakah Cucak ijo tersebut trokbul, ngotot, dan bongkar isian ketika diberikan kroto dan dijemur, atau ketika diberikan ulat hongkong (UH) dan dijemur. Maka Ekstra fooding (EF) jenis itulah yang diberikan pada Cucak ijo pada saat menjelang lomba.

• Perlakuan ketika dilapangan

Ketika sampai dilapangan, buka kerodong agar Cucak ijo (CI) beradaptasi terlebih dulu dengan suasana tempat lomba. Cas dengan Cucak ijo betina atau bisa ditrek dulu dengan Cucak ijo lain sebelum naik gantangan untuk memancing emosinya.

Cara lainnya dengan menggantang Cucak ijo (CI) lebih awal dari peserta lainnya. Jika kebiasaan peserta lomba burung kicau sering menggantang burungnya belakangan menunggu peserta lainnya, maka untuk Cucak ijo yang lambat panas (kurang emosi) justru harus digantang lebih awal sebelum peserta lain menggantang burungnya. Dengan begitu, kita memiliki durasi waktu lebih lama agar Cucak ijo terpancing emosinya sebelum penilaian dilakukan.

Baca juga:

Ciri-ciri fisik Cucak Ijo (CI) asli Banyuwangi

Penanganan yang tepat untuk Cucak Ijo (CI) macet bunyi

Jamu dan Suplemen khusus untuk Cucak Ijo (CI) agar gacor, ngentrok dan bongkar isian

Ciri-ciri perbedaan Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan yang akurat

Demikian sedikit informasi tentang penyebab Cucak Ijo (CI) lambat panas dan cara mengatasinya. Untuk informasi lain seputar Cucak Ijo (CI), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak Ijo (CI) trokbul

Top